Senin, 15 Juni 2015

MAKALAH ADMINISTRASI DAN SUPERVISI DALAM PENDIDIKAN



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Administrasi pendidikan merupakan proses keseluruhan dari segala kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut pautnya dengan tugas-tugas pendidikan. Administrasi pendidikan juga sering diistilahkan dengan administrasi sekolah dan administrasi itu sendiri mencangkup pengaturan, proses belajar mengajar, kesiswaan, personalia, peralatan pengajaran, gedung dan perlengkapan, keuangan serta humas atau hubungan dengan masyarakat yang ini semua merupakan cangkupan dari administrasi pendidikan.
Setiap aktivitas besar atau pun kecil, yang tercapainya tergantung kepada beberapa orang, di perlukan adanya koordinasi di dalam segala gerak langkah. Untuk mengkoordinasi semua gerak langkah tersebut pimpinan sekolah harus berusaha mengetahui keseluruhan sistuasi di sekolahnya dalam segala bidang.
Usaha Pimpinan dan guru untuk mengetahui situasi lingkungan sekolah dalam segala kegiatannya disebut supervisi atau pengawasan sekolah. Istilah supervisi ini kiranya belum begitu lajim dipergunakan dalam lingkungan persekolahan dan kepegawaian kita di saat sekarang, tetapi makin lama makin dikenal dan makin banyak di pergunakan orang. Namun demikian mengenai arti, fungsi dan tujuan yang terkandung di dalamnya masih merupakan tanda tanya. Apakah sudah benar-benar di pahami oleh yang mempergunakan istilah itu.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian singkat dalam latar belakang, pemakalah mengajukan permasalahan sebagai berikut:
1.      Apa pengertian administrasi dan supervisi pendidikan ?
2.      Apa teknik-teknik supervisi pendidikan ?
3.      Apa metode-metode supervisi pendidikan ?
4.      Bagaimana pelaksanaan supervisi pendidikan ?
5.      Apa hubungan administrasi dan supervisi pendidikan ?



BAB II
PEMBAHAAN
A.    PENGERTIAN ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN

Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan rutin catat-mencatat, mendokumentasikan kegiatan, menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan.
Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel, spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.
Dalam pengertian yang luas ini, istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : “Administrasi itu merupakan pelayanan terhadap semua kebutuhan institusional dengan cara efektif dan efesien dan administrsi sebagai salah satu komponen dari system yang subsistemnya saling berkaitan satu dengan yang lainnya, karena administrasi adalah aktivitas-aktivitas untuk mencapai suatu tujuan atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan”.
Dibawah ini dikemukakan beberapa pendapat tentang supervisi pada bidang pendidikan :
1.      NA. Ametembun dalam supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan  adalah pembinaan kearah perbaikan situasi pendidikan. Pembinaan bermaksud berupa bimbingan atau tuntutan kearah situasi pendidikan termasuk pengajaran pada umumnya, dan peningkatan mutu mengajar belajar pada umumnya.
2.      Drs. M. Ngalim Purwanto, dalam Administrasi Pendidikan “Supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif”.
Dari pendapat diatas dapat di analisis agar kita memahami pengertian supervisi pendidikan dengan cara mengetahui  unsur-unsur penting didalamnya. Unsur-unsur penting tersebut adalah sebagai berikut :
a.              Aktivitas pembinaan yang direncanakan
b.              Perbaikan situasi pengajaran (belajar-mengajar)
c.              Mengefektifkan para guru, pegawai sekolah, dan sumber material lainnya
d.             Pencapaian tujuan pendidikan lebih efektif dan efesien.

Dengan adanya unsur-unsur penting tersebut dapat menjadi sebuah pengertian supervise pendidikan yaitu pembinaan yang direncanakan dalam perbaikan situasi pengajaran dengan lebih meningkatkan pendayagunaan sumber personel dan material dalam pencapaian tujuan tujuan pendidikan secara lebih efektif dan efesien.
Maksud dari pembinaan yaitu memberikan bimbingan dan latihan bagi guru dan pegawai untuk meningkatkan kemampuan dalam tugas yang di embannya, agar supervise pendidikan itu mengarah perbaikan dalam pengajaran yang baik dan terjaminnya dalam pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan.
Administrasi supervisi pendidikan merupakan pembinaan yang direncanakan bagi personel dalam proses kerjasama di bidang pendidikan dan peningkatan sumber  daya material dalam rangka perbaikan situasi pengajaran untuk mencapai tujuan pendidikan lebih efektif dan efesien.

B.     TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN
Untuk mempermudah kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan supervisi diperlukan teknik-teknik supervisi. Para ahli berbeda-beda dalam merumuskan tahapan teknik-teknik supervisi akan tetapi pada dasarnya tetap sama. Secara garis besar teknik supervisi dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:
1)      Teknik perseorangan
Yang dimaksud teknik perseorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan, beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
·         Mengadakan kunjungan kelas (classroom visitation), Kepala sekolah datang ke kelas untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar. Dengan kata lain, untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekirannya perlu diperbaiki.
·         Mengadakan kunjungan observasi (observation visits), Guru-guru ditugaskan untuk mengamati seorang guru yang sedang mendemonstrasikan cara-cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. Kunjungan observasi dapat dilakukan di sekolah sendiri atau dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain.
·         Membimbing guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa atau mengatasi problema yang dialami siswa.
·         Membimbing guru dalam hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah, antara lain: menyusun program semester, membuat program satuan pelajaran, mengorganisasi kegiatan pengelolaan kelas, melaksanakan teknik-teknik evaluasi pembelajaran, menggunakan media dan sumber dalam proses belajar mengajar, dan mengorganisasi kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler.
2)      Teknik kelompok
Teknik kelompok ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok, beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
·         Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting), Seorang kepala sekolah menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusun. Termasuk mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru, dalam hal ini rapat-rapat yang diadakan dalam rangka kegiatan supervisi.
·         Mengadakan diskusi kelompok (group discussions), Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. Di dalam setiap diskusi, supervisor atau kepala sekolah memberikan pengarahan, bimbingan, nasihat-nasihat dan saran-saran yang diperlukan.
·         Mengadakan penataran-penataran (inservice-training), Teknik ini dilakukan melalui penataran-penataran, misalnya penataran untuk guru bidang studi tertentu. Mengingat bahwa penataran pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala sekolah adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran.
Dengan demikian teknik supervisi sangat penting untuk dikuasai oleh kepala sekolah, tanpa penguasaan teknik dalam pelaksanaanya tidak akan berjalan baik. Dengan demikian seorang kepala sekolah tidak akan efektif kegiatan supervisinya sebelum menguasai teknik dalam bidang supervisi. Teknik supervisi akan lebih memudahkan pencapaian sasaran-sasaran dari tujuan yang telah ditetapkan, oleh sebab itu penerapan teknik dari supervisi merupakan wujud dari kemajuan sekolah untuk berkembang.
C.     METODE-METODE SUPERVISI PENDIDIKAN
Terdapat dua metode supervisi pendidikan yang dapat dilakukan untuk dapat mencapai tujuan supervisi pendidikan, yaitu:
1.       Metode Langsung (direct method)
Bila seorang supervisor menghadapi orang-orang yang disupervisi tanpa perantara atau media, maka dikatakan bahwasanya dia mengunakan metode langsung, baik individu maupun kelompok. Misalnya konsultasi pribadi/kelompok, pertemuan guru bidang studi dan sebagainya.
2.      Metode tak langsung (indirect method)
Bila seorang supervisor menghadapi orang-orang yang disupervisi menggunakan alat/benda perantara dalam melaksanakan supervisi, maka hal tersebut dengan metode supervisi tidak langsung. Misalkan dengan menggunakan media papan pengumuman, handphone, telephone, e-mail dan sebagainya.

D.    PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN
·         Cara Melaksanakan Supervisi
Salah satu cara melakukan supervisi yang baik adalah dengan cara demokratis, ciri-cirinya adalah:
1)        Pengawasan dijalankan secara gotong-royong atau kooperatif, tidak ditangan seorang raja, yaitu kepala sekolah
2)        Pengawasan dijalankan terang-terangan, diketahui oleh semua petugas yaitu guru-guru, tidak secara sembunyi-sembunyi seperti pengawasan polisi resersir.
3)        Pengawasan dijalankan kontinu dan bersifat Tutwuri Handayani (bersifat pembimbing) seperti dikehendaki oleh pemerintah kita.
Dalam melaksanakan supervisi pendidikan yang perlu dilakukan adalah antara lain :
1.      Observasi kelas: observasi kelas merupakan salah satu cara paling baik memberikan supervisi pembelajaran karena dapat melihat kegiatan guru, murid dan masalah yang timbul.
1)      Perancanaan: Kepala sekolah merencanakan dalam menyusun program dalam satu semester atau tahunan. Program tidak terlalu kaku, tergantung dari jumlah guru yang perlu di observasi. Ada tiga macam observasi yaitu dengan pemberitahuan, tanpa pemberitahuan, dan atas undangan.
2)      Mekanisme observasi
a.       persiapan yang diperhatikan :
-          guru diberi tahu kepala sekolah bahwa kepala sekolah akan mengadakan observasi
-          kesepakatan kepala sekolah dan guru tolak ukur tentang apa yang dioservasi


b.      sikap observasi didalam kelas
-          memberikan salam kepada guru yang mengajar
-          mencari tempat duduk yang tidak mencolok
-          tidak boleh menegur kesalahan guru di dalam kelas
-          mencatat setiap kegiatan
-          bila ada memakai alat elektronika : tape recorder, kemera
-          mempersiapkan isian berupa check list
c.       membicarakan hasil observasi
Hasil yang dicatat dibicarakan dengan guru, dan beberapa hal yang diperlu dikemukankan :
-          kepala sekolah mempersiapkan (bisa bertanya pada nara sumber atau perpustakaan)
-          waktu percakapan
-          tempat percakapan
-          sikap ramah simpatik tidak memborong percakapan
-          percakapan hendaknya tidak keluar dari data observasi
-          guru diberi kesempatan dialog dan mengeluarkan pendapat
-          kelamahan guru hendaknya menjadi motivasi guru dalam memperbaiki kelemahan
-          saran untuk perbaikan diberikan yang mudah dan praktis
-          kesepakatan perbaikan disepakati bersama dengan menyenangkan.
d.      laporan percakapan
-          hasil pembicaraan didokumenkan menurut masing-masing guru yang telah diobservasi
-          isi dokumen dimulai dari tanggal, tujuan data yang diperoleh, catatan diskusi, pemecahan masalah dan saran-saran
2.      Saling mengunjungi: Dalam kegiatan belajar mengajar sudah ada wadah dari kegiatan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pembelajaran guru-guru antara lain :
a.       untuk tingkat SMP dan SMA adalah musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)
b.      untuk tingkat Sekolah Dasar adalah Pusat kegiatan guru (PKG)
3.      Domonstrasi mengajar: Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar karena mengajar menurut Siswoyo (1997) sebagai seni dan filusuf. Menurut pendapat diatas mengajar dalam pekerjaan disekolah bukan pekerjaan yang mudah, sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang baik
4.      Supervisi klinis: Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Perbedaannya dengan supervisi yang lain adalah prosedur pelaksanaannya ditekankan kepada mencari sebab-sebab atau kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan kemudian langsung diusahkan perbaikan kekurangan dan kelemahan tersebut.
Pelaksanaan supervisi klinis menurut la sulo (1987), mengemukakan ciri-ciri supervisi sebagai berikut :
a.       bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi.
b.      kesepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang dikaji dan jenis keterampilan yang paling pointing (diskusi guru dengan supervisor)
c.       instrument dikembangkan dan disepakati bersama antara guru dengan supervisor
d.      guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan-kelemahan yang akan diperbaiki. Bila perlu berlatih diluar sekolah
e.       pelaksanaannya seperti dalam teknik observasi kelas
f.       balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif
g.      guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya
h.      supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau mengarahkan
i.        supervisor dan guru dalam keadaam suasanan intim dan terbuka
j.        supervisor dapat digunakan untuk membentuk atau peningkatan dan perbaikan keterampilan pembelajaran
5.      Kaji tindak: Fokus utama kajian tindak adalah mendorong para prektisi untuk meneliti dan terlibat dalam praktik penelitiannya sendiri. Hasil penelitiannya dipakai sendiri oleh peneliti dan orang lain yang membutuhkan. Menurut kemmi (1995), kaji tindak dirumuskan dalam empat tahap yaitu : tahap perencanaan, tahap aksi atau pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan, tahap evaluasi danrefleksi/umpan balik.Laporan hasil penelitian kaji tindak terdiri dari :


a.       gagasan umum
b.      perumusan masalah
c.       perencanaan penelitian kaji tindak
d.      pelaksanaan penelitian kaji tindak
e.       monitoring
f.       evaluasi dan refleksi
g.      saran dan rekomendasi

E.     HUBUNGAN ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Administrasi dan supervise itu tidak dapat dipisahkan, karena administrasi dan supervise saling berkaitan ataupun mempunyai hubungan yang sangat erat. Seperti pengertian administrasi dan supervisi yang telah disebutkan diatas bahwa keduanya merupakan pembinaan yang direncanakan bagi personel dalam proses kerja sama dibidang pendidikan dan peningkatan sumber daya material dalam rangka perbaikan situasi pengajaran agar tercapainya suatu tujan pendidikan yang efektif dan efesien,  namun dalam hal-hal tertentu keduanya dapat dibedakan.
1.       Kegiatan administrasi didasarkan kepada kekuasaan, sedangkan supervise didasarkan pelayanan bimbingan dan pembinaan;
2.       Tugas administrasi meliputi keseluruhan bidang tugas disekolah, termasuk manajement sekolah, sedangkan supervise adalah sebagian dari tugas dari pengarahan (directing), satu segi manajement sekolah;
3.       Administrasi bertugas menyediakan semua kondisi yang diperlukan untuk pelaksanaan program pendidikan, sedangkan supervise menggunakan kondisi-kondisi yang telah disediakan itu untuk peningkatan mutu belajar mengajar.
Hal diatas merupakan perbedaan antara administrasi dan supervise, namun keduanya saling berkaitan dan tak terlepaskan juga mempunyai tujuan untuk mencapai pendidikan yang lebih baik.
Selain itu juga disini ada dibahas sedikit tentang bagaimana cara-cara melaksanakan supervise, dimana seorang pemimpin tidak sama dengan pemimpin yang lain, hal ini juga tergantung pada tipe atau corak kepemimpinannya.
Seorang otoriter menjalankan supervise untuk mengetahui kesalahan-kesalahan petugas dalam melaksanakan tugasnya, yaitu menjalankan peraturan dan intruksi yang diberikan oleh pusat (atasan) kepada bawahannya.  Supervisi dijalankan dengan sekonyong-sekonyong tanpa sepengetahuan petugas yang diawasi, seolah-seolah supervisor bertugas sebagai reseriser yang mengintai untuk menemukan pelanggaran. Suasana antar kariyawan sekolah dibawah pimpinan diktatoris seperti tersebut adalah tertekan, tegang, kegembiraan bekerja tidak ada sama sekali, karena ada juga kepala sekolah atau pemimpin yang bercorak leissez faire atau pemimpin yang masa bodoh, tidak mau tahu, acu tidak acu dalam menjalankan pengawasan.
Kehidupan sekolah semacam itu mudah timbul kesimpang siuran, perselisihan, karena semua karyawan menjalankan tugas menurut kebijaksanaan dan kepentingan masing-masing, yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain. Situasi buruk makin lam semakin menjadi, sehingga akhirnya tidak teratasi lagi. Pemimpin seperti ini tidak memiliki sikap kepemimpinan yang baik dan tidak pantas menjadi pemimpin sekolah, karena dapat merusak tunas bangsa muda yang seharusnya melanjutkan untuk kedepannya agar yang lebih baik tapi malah sebaliknya yang ada adalah kehancuran.
Kemudian kepala sekolah atau pemimpin yang bercorak demokratis menjalankan pengawasan menurut program kerja tertentu. Dalam rapat sekolah sudah ditentukan organisasi pembagian tugas, sebagai tempat ikut berpartisipasi menurut kecakapan masing-masing, koordinasi serta komunikasi, program dan pengarahan kerja dan sebagainya. Dengan demikian semua karyawan dapat menjalankan tugasnya dengan baik sesuai tugas yang diembanya dan yang tidak bertentangan satu sama yang lainnya. Tetapi dapat saling membantu, agar tercapainya atau terwujudnya pendidikan sesuai pengawasan yang dijalankan dan sesuai dengan program kerjanya.
Hal tersebut dapat tercapai karena adanya kerja sama antara pemimpin atau kepala sekolah dengan karyawan-karyawan yang ada disekolah berusaha untuk menghilangkan hal-hal yang negative yang menghambat lancarnya jalan kehidupan sekolah, serta bersama-sama mendapatkan metode-metode bekerja gotong royong yang efesien, produktif sesuai dengan kondisi setempat.
Dan ada juga hal lain yang dapat menghambat lancarnya kehidupan sekolah seperti adanya paerbedaan pendapat, perselisihan yang timbul dicarikan pemecahannya dengan cara musyawarah. Kekeliriuan cara bekerja segera diketahui, sehingga tidak mejadi berlarut-larut dan guru yang kurang bersemangat dipimpindan diisyaratkan untuk menjalankan tugasnya denagan baik.



Pengawasan secara demokratis yang memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
1.      Pengawasan dijalankan secara gotong royong atau koperatif, tidak disatu tangan saja, yaitu khususnya bagi kepala sekolah;
2.      Pengawasan dijalankan terangan-terangan, diketahui oleh semua petugas yaitu guru-guru, tidak secara sembunyi-sembunyi;
3.      Pengawasan dijalankan secara berkelanjutan dan bersifat tut wuri handayani (bersifat pembimbing).
Yang dapat mengatasi masalah-masalah yang menghambat lancarnya kehidupan sekolah adalah seorang kepala sekolah atau pemimpin yang mempunyai kualifikasi kepemimpinan yang memadai, terutama kebijaksanaan dan kewibawaan yang luar biasa.
















BAB III
PENUTUP
A.    SIMPULAN
Administrasi pendidikan bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan. Pengertian administrasi pendidikan dapat dirumuskan dari berbagai sudut pandang, seperti kerjasama, proses kerjasama, sistem dan mekanismenya manajemen, kepemimpinan proses pengambilan keputusan, komunikasi dan ketatausahaan. Lingkup pembicaraan tentang administrasi pendidikan itu juga tergantung pada level tujuan pendidikan yang ingin dicapai, yaitu pada tingkat kelas dampai pada tingkat sistem pendidikan nasional. Makin luas cakupannya makin banyak yang terlibat dan makin komplek permasalahannya.
Supervisi pendidikan adalah Suatu aktivitas pembinaan terencana yang berorientasi kepada Guru dan Pegawai sekolah Secara efektif . Pada hakekatnya tujuan supervise adalah memperbaiki atau meningkatkan proses belajar mengajar. Fungsi supervise dapat disimpulkan sebagi alat untuk menungkatkan kulaitas dan kuantitas kepada semua pihak yang berhubungan dengannya dan melestarikannya
B.     SARAN
Adapun saran yang akan kami tulis mengenai hal-hal yang dibahas dalam makalah ini, yakni bahwa sudah jelas administrasi pendidikan sangatlah penting dan menunjang sekali terutama bagi para pengajar yaitu guru, dan kita sebagai mahasiswa yang identiknya menjurus pada keguruan, harus benar-benar memahami bagaimana administrasi pendidikan tersebut. Agar nantinya terlahir guru-guru yang profesional atau seorang pemimpin yang benar-benar pemimpin sejati. Dan Supervisi memiliki tujuan yang sangat penting untuk dicapai, oleh karena itu supervisi tentunya memiliki manfaat yang sangat penting. Diantara manfaat supervisi adalah Mengkoordinasi semua usaha sekolah, Memperlengkapi kepemimpinan sekolah, Memperluas pengalaman guru, Menstimukasi usaha-usaha sekolah yang kreatif, Memberi fasilitas dan penilaian yang terus menerus dan masih banyak lagi manfaat atau fungsi supervisi pendidikan tersebut. Selain memiliki tujuan dan fungsi, supervisi juga memiliki prinsip dasar dalam proses pelaksanaannya.


DAFTAR PUSTAKA
Gunawan H Ary, 2013. Administrasi sekolah, Administrasi Pendidikan Mikro. Jakarta: PT Rineka Cipta
Sahertian A Piet , 2000. Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan. Surabaya: PT Usaha Nasional.
Syafaruddin, 2014. Manajemen Kepengawasan Pendidikan. Bandung: Citapustaka Media

1 komentar: